TEMPE itu.........
Bergizi tinggi
Dilihat dari kandungan gizinya, tempe sangat potensial sebagai sumber protein
nabati. Mengingat sumber protein hewani retlatif lebih mahal, alternative tempe
sebagai hidangan menu keluarga bisa menjadi pilihan. Selain protein, tempe kaya
akan lemak, lemak di dalam tempe bertendensi meningkat derajat ketidakjenuhan
lemaknya.menurut Prof Made Astawan, meningkatnya derajat ketidakjenuhan
terhadap lemak akan meningkatkan jumlah asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated
fatty acids=PUFA). Asam lemak tidak jenuh ini dapat menurunkan kandungan
kandungan kolesterol pada serum. Manfaatnya dapat menetralkan efek negative
sterol dalam tubuh. Tempe juga mengandung karbohidrat, beragam mineral dan
vitamin. Dari golongan vitamin, tempe kaya akan vitamin B1, B2, B6, B12, A, D,
E dan K. Khusus vitamin B12 di dalam tempe meningkat sebanyak 33 kali
aktivitasnya selama proses fermentasi. Dari golongan mineral, tempe juga kaya
akan zat besi, fosfor dan kalsium.
Mencegah Anemia
Vitamin B12 umumnya terdapat di dalam bahan pangan hewani, namun di dalam tempe
mengandung vitamin B12 yang cukup tinggi. Kandungan vitamin B12 di dalam tempe
sekitar 1.5-6.3 per 100 g tempe kering. Di dalam tubuh vitamin B12 dapat
membantu pembentukan sel darah merah, karenanya mengkonsumsi tempe dapat
mencegah anemia. Kandungan kapang di dalam tempe menghasilkan enzim fitase yang
dapat menguraikan asam fitat menjadi inositol dan fosfor. Terurainya asam fitat
ini, mineral seperti magnesium, seng, zat besi dan kalsium lebih tersedia dan
dimanfaatkan tubuh. Mineral seperti zat besi ini merupakan komponen penting
dalam pembentukan sel darah merah.
Kaya Antioksidan
Tidak hanya sayuran dan buah yang kaya akan antioksidan, di dalam tempe juga
mengandung zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Isovlafon ini merupakan zat
antioksidan yang dapat mencegah dan menghentikan pembentukan radikal bebas
penyebab kanker. Seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas North
Carolina di Amerika Serikat, hasil penelitiannya menunjukan bahwa phytoestrogen
dan genestein yang terdapat di dalam tempe dapat mencegah kanker payudara dan
kanker prostat. Radikal bebas adalah atom satu atau lebih electron yang tidak
berpasangan. Atom ini sangat reaktif dan dapat menyebabkan kanker. Radikal
bebas yang masuk di dalam tubuh memalui beragam cara, seperti dari makanan
hingga polusi udara. Dengan adanya antioksidan di dalam tubuh maka terbentuknya
radikal bebas dapat dicegah.
Selain
antioksidan, tempe juga kaya akan serat. Kandungan s erat di dalam tempe
sekitar 8-10 persen per 100 g. Tingginya serat terkandung di dalam tempe dapat
memperlancar proses pencernaan. Serat juga dapat mencegah terbentuknya kanker
kolon dan saluran cerna. Teks& Foto: Budi Sutomo.
Kandungan Gizi Tempe/100 g Bahan Kering
Kedelai Protein 46.2 g Lemak 19.1 g Karbohidrat 28.2 g Kalsium 254 mg Besi 11
mg Fosfor 781 mg Vitamin B1 0.48 mg Vitamin B12 0.2 mg
Tempe:
Protein 46.5 g Lemak 19.7 g Karbohidrat 30,2 g Kalsium 347 mg Besi 9 mg
Fosfor724 mg Vitamin B1 0,28 mg Vitamin B12 3.9 mg (Sumber :
http://www.liputanterbaru.com/2011/07/manfaat-tempe-bagi-kesehatan.html)
Dengan
membaca manfaat dan kandungan tempe tersebut pengetahuan saya menjadi bertambah
tetapi sama masih kurang puas dengan informasi yang saya dapat akhirnya saya
menemukan informasi yang lain dari situs kimiafarmaapotek.com dan pejelasan
dari manfaat dan kandungan tempe tersebut adalah salah satunya seperti :
Mencegah berbagai penyakit
Tempe dan
makanan berbasis kedelai lainnya mengandung isoflavon, senyawa fitokimia yang
hanya ditemukan pada tumbuhan. Isoflavon adalah sejenis fitoestrogen yang
menyerupai estrogen manusia dalam struktur kimia, namun lebih lemah. Dengan
meniru estrogen di lokasi tertentu dalam tubuh, isoflavon memberikan banyak
manfaat kesehatan yang membantu Anda menghindari berbagai penyakit. Selain pada
kedelai, isoflavon juga ditemukan pada kacang-kacangan lain, namun konsentrasi
isoflavon pada kedelai adalah yang tertinggi. Seratus gram tempe mengandung
sekitar 43,52 mg isoflavon. Dalam berat yang sama, kacang polong dan kacang
tanah masing-masing hanya mengandung 2,42 mg dan 0,26 mg isoflavon.
Beberapa
manfaat isoflavon:
* Menurunkan risiko kanker. Isoflavon bertindak sebagai
estrogen lemah yang mengikat reseptor estrogen dan memblokir beberapa efek
merugikan dari estrogen yang mendukung pertumbuhan sel kanker. Efek ini serupa
dengan cara kerja Tamoxifen, obat resep untuk mengobati kanker payudara, yang
bertindak sebagai anti-estrogen dengan mengikat reseptor estrogen dan memblokir
efek estrogen yang mendukung pertumbuhan sel-sel kanker. Studi epidemiologis
menunjukkan bahwa diet yang kaya kedelai dapat memberikan perlindungan dari
beberapa kanker, termasuk kanker payudara, kelenjar prostat dan usus besar.
* Peningkatan kesehatan tulang. Konsumsi isoflavon telah terbukti mengurangi
kehilangan massa tulang dan memperlambat kehilangan kalsium dalam studi
osteoporosis pada hewan. Obat anti-osteoporosis Ipriflavon adalah sintetis
isoflavon yang diresepkan di Eropa untuk mengurangi resorpsi tulang pada wanita
pasca-menopause. Selain itu, kedelai banyak mengandung kalsium.
* Menurunkan tekanan darah. Penelitian tahun 2005 di AS menunjukkan bahwa diet
kaya kedelai dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi hingga
10%.
* Meringankan gejala menopause. Pada wanita yang mengalami menopause di mana produksi
estrogen menurun, fitoestrogen dapat menghasilkan aktivitas estrogenik untuk
meringankan gejala-gejala seperti kegerahan (hot flushes). Di Jepang, di mana
konsumsi kedelai sangat tinggi, gejala menopause jarang dilaporkan.
* Menurunkan kolesterol. Isoflavon adalah anti-oksidan yang
membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta meningkatkan kolesterol baik
(HDL). Selain isoflavon, kedelai juga memiliki zat yang disebut saponin, yang secara
signifikan menurunkan kolesterol. Tempe dan produk kedelai lainnya banyak
mengandung saponin. Kedelai mentah mengandung antara 2 dan 5 g saponin per 100
g. Penelitian tahun 1997 oleh Dr Rene Malinow di Oregon Regional Primate Center
menunjukkan secara meyakinkan bahwa saponin mengikat kolesterol dan asam empedu
dalam usus sehingga memungkinkan pembuangan mereka. Efek ini sama dengan cara
kerja obat penurun kolesterol cholestyramine.
(Sumber :
http://www.kimiafarmaapotek.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1431:manfaat-tempe-bagi-kesehatan&catid=216:kesehatan-umum&Itemid=97)